Akhirnya akan tiba pada suatu hari yang bisa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kamu masih bericara selembut dulu...??
Memintaku minum susu dan tdur yang lelap...??
Samil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Kau dan aku berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kamu masih membelaiku selembut dulu...??
Ketika ku dekap kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Lampu-lampu berkedipan di kota yang sepi
Kota kita berdua, yag tau dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti kota kita
Apakah kau masi aka berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu beda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Haripun menjadi malam kulihat semua menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang tidak kia mengerti
Seperti kabut pagi itu
Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
Dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru

Tidak ada komentar:
Posting Komentar