Versi terbaru Google Maps (5.7.) secara resmi telah dirilis Google untuk perangkat Andoroid. Ada beberapa perubahan pada versi ini, termasuk penyempurnaan ketika digunakan secara offline.
Melalui beberapa seri sebelumnya Google mulai mengijikan pengguna untuk mengunduh Maps berbagai tempat. Hal ini dilakukan agar mempercepat proses render saat sedang menjelajah.
Nah dalam Google Maps 5.7 hal itu makin disempurnakan, Google mengijinkan pengguna untuk mengunduh peta yang bisa digunakan secara offline selama 30 hari. Fitur ini bisa dimanfaatkan melalui opsi Labs, kemudian Download map area.
Google mengklaim setiap area yang diunduh memiliki luas 16KM, termasuk di dalamnya versi 3D bangunan, satelite view, dan beberapa tempat lainnya. Aplikasi ini juga menyediakan navigasi dengan panduan suara, namun masih dalam masa beta.
Google Maps 5.7 mulai tersedia di Android Market dan bisa digunakan pada perangkat Android 2.1 atau di atasnya.
My Adventure
Minggu, 10 Juli 2011
Firefox 6 Beta Mendarat di Android
Mozilla dengan browser Firefox-nya boleh saja menjadi salah satu yang populer di ranah desktop. Namun jika berbicara di perangkat mobile, browser 'si rubah api' dinilai kurang bertaji.
Firefox dianggap lamban dalam menelurkan inovasi di Android. Padahal platform yang digagas Google itu tengah booming di jagad mobile.
Namun harapan terhadap jawaban Mozilla firefox sepertinya telah muncul seiring diluncurkannya Firefox 6 versi Beta di Android Market.
Firefox 6 beta dikatakan sudah berbeda dibanding versi-versi sebelumnya. Jika selama ini Firefox di Android dirasa lelet, para pengembang Mozilla telah membuat beberapa penyempurnaan di versi terbarunya.
Performa yang lebih responsif dan cepat digadang-gadang menjadi andalan. Begitu pula dengan kualitas gambar yang diusungnya.
Berikut beberapa penambahan fitur pada Firefox 6 beta seperti dikutip Ary-artha.blogspot.com dari Android Police,
- Pengalaman browsing di layar tablet yang lebih lega
- Tampilan yang lebih stylish dengan OS Gingerbread
- Rendering huruf Arab lebih cepat
- Automatic text hyphenation
Firefox dianggap lamban dalam menelurkan inovasi di Android. Padahal platform yang digagas Google itu tengah booming di jagad mobile.
Namun harapan terhadap jawaban Mozilla firefox sepertinya telah muncul seiring diluncurkannya Firefox 6 versi Beta di Android Market.
Firefox 6 beta dikatakan sudah berbeda dibanding versi-versi sebelumnya. Jika selama ini Firefox di Android dirasa lelet, para pengembang Mozilla telah membuat beberapa penyempurnaan di versi terbarunya.
Performa yang lebih responsif dan cepat digadang-gadang menjadi andalan. Begitu pula dengan kualitas gambar yang diusungnya.
Berikut beberapa penambahan fitur pada Firefox 6 beta seperti dikutip Ary-artha.blogspot.com dari Android Police,
- Pengalaman browsing di layar tablet yang lebih lega
- Tampilan yang lebih stylish dengan OS Gingerbread
- Rendering huruf Arab lebih cepat
- Automatic text hyphenation
Waspadai Scam Video Chat Facebook
Penyebaran scam alias penipuan dan penyebaran virus melalui Facebook terus tumbuh dari hari ke hari. Scammer menggunakan berbagai cara dengan memanfaatkan jejaring sosial populer tersebut, kali ini dengan mengambil keuntungan dari fitur video chat.
Seperti diketahui, fitur video chat yang baru diperkenalkan Facebook direspons positif oleh sebagian besar pengguna dan membuat penasaran.
Banyak yang ingin menjajalnya dan membagi informasi kepada teman-teman soal fitur ini. Nah, seperti biasanya momentum seperti ini dimanfaatkan penjahat cyber untuk melancarkan aksinya.
Firma keamanan internet dan komputer Sophos melaporkan bentuk scam kali ini menampilkan fitur video chat terlihat sebagai sebuah aplikasi. Selanjutnya, ia akan mengelabui pengguna agar menyetujui aplikasi itu.
Dikutip Ary-artha.blogspot.com dari Naked Security, aplikasi ini nantinya akan menanyakan informasi personal pengguna sehingga scammer bisa memposting pesan di wall dan mengirimkan spam ke teman-teman Anda.
"Jika Anda melihat postingan di wall yang mengarahkan Anda pada link 'Enable video calls', jangan mengkliknya. Beritahukan teman-teman Anda bahwa postingan di wall itu jebakan," pesan Sophos.
Beberapa pekan ini pengguna internet memang tengah dihebohkan dengan kehadiran fitur-fitur baru jejaring sosial. Tak heran, scammer berupaya memanfaatkan situasi ini. Selain scam video call, sebelumnya Sophos juga mendeteksi adanya bentuk jebakan berupa undangan membuat akun Google+ palsu.
Seperti diketahui, fitur video chat yang baru diperkenalkan Facebook direspons positif oleh sebagian besar pengguna dan membuat penasaran.
Banyak yang ingin menjajalnya dan membagi informasi kepada teman-teman soal fitur ini. Nah, seperti biasanya momentum seperti ini dimanfaatkan penjahat cyber untuk melancarkan aksinya.
Firma keamanan internet dan komputer Sophos melaporkan bentuk scam kali ini menampilkan fitur video chat terlihat sebagai sebuah aplikasi. Selanjutnya, ia akan mengelabui pengguna agar menyetujui aplikasi itu.
Dikutip Ary-artha.blogspot.com dari Naked Security, aplikasi ini nantinya akan menanyakan informasi personal pengguna sehingga scammer bisa memposting pesan di wall dan mengirimkan spam ke teman-teman Anda.
"Jika Anda melihat postingan di wall yang mengarahkan Anda pada link 'Enable video calls', jangan mengkliknya. Beritahukan teman-teman Anda bahwa postingan di wall itu jebakan," pesan Sophos.
Beberapa pekan ini pengguna internet memang tengah dihebohkan dengan kehadiran fitur-fitur baru jejaring sosial. Tak heran, scammer berupaya memanfaatkan situasi ini. Selain scam video call, sebelumnya Sophos juga mendeteksi adanya bentuk jebakan berupa undangan membuat akun Google+ palsu.
Zynga Sulap Aturan Privasi Jadi Game
Membaca sederet aturan kebijakan privasi sebuah layanan atau situs adalah hal yang membosankan. Namun tidak dapat dipungkiri, mengetahui aturan tersebut sangat penting dan kita disarankan untuk mempelajarinya. Nah, si pembesut FarmVille Zynga, malah mendapat ide untuk menjadikan aturan privasi sebagai game.
Menarik dan unik. Mungkin dua kata itu yang akan terlintas pertama kali di benak para gamer. Game yang dinamakan PrivacyVille ini dirancang sebagai permainan tutorial yang memberikan reward kepada pemain karena telah mempelajari peraturan privasi mereka.
Tentunya, dengan cara ini gamer akan dengan senang hati mencari tahu seluk beluk kebijakan privasi yang diberlakukan Zynga pada setiap gamenya. Dan karena hadir dalam bentuk permainan, gamer tak akan merasa dipaksa mempelajari sesuatu.
"PrivacyVille menawarkan sesuatu yang kami yakin merupakan jenis game pertama yang memberikan penghargaan kepada gamer secara langsung karena mereka telah mempelajari tentang privasi," tulis Zynga di blognya.
Dikutip Ary-artha.logspot.com dari Digital Trends, gamer tak harus terkoneksi dengan Facebook atau terdaftar sebagai pemain game Zynga untuk 'berkeliling' melihat-lihat PrivacyVille, langsung kunjungi saja situsnya.
Saat berkeliling di PrivacyVille, gamer akan melihat bangunan-bangunan yang harus diklik satu per satu. Ketika diklik, bangunan itu akan memunculkan kotak berisi informasi pendek yang berhubungan dengan privasi.
Selanjutnya di akhir tour, Zynga akan memberikan lima pertanyaan yang sangat mudah, bahkan semua gamer dipastikan bisa menjawabnya. Setelah selesai, Zynga akan memberikan poin sebesar 200 zPoints.
Poin ini bisa digunakan di game Zynga lainnya. Nantinya gamer akan diberi opsi opsi untuk terkoneksi dengan RewardVille atau Facebook dan bisa mengklaim sejumlah zPoints yang berhasil didapat untuk digunakan berbelanja barang virtual.
Menarik dan unik. Mungkin dua kata itu yang akan terlintas pertama kali di benak para gamer. Game yang dinamakan PrivacyVille ini dirancang sebagai permainan tutorial yang memberikan reward kepada pemain karena telah mempelajari peraturan privasi mereka.
Tentunya, dengan cara ini gamer akan dengan senang hati mencari tahu seluk beluk kebijakan privasi yang diberlakukan Zynga pada setiap gamenya. Dan karena hadir dalam bentuk permainan, gamer tak akan merasa dipaksa mempelajari sesuatu.
"PrivacyVille menawarkan sesuatu yang kami yakin merupakan jenis game pertama yang memberikan penghargaan kepada gamer secara langsung karena mereka telah mempelajari tentang privasi," tulis Zynga di blognya.
Dikutip Ary-artha.logspot.com dari Digital Trends, gamer tak harus terkoneksi dengan Facebook atau terdaftar sebagai pemain game Zynga untuk 'berkeliling' melihat-lihat PrivacyVille, langsung kunjungi saja situsnya.
Saat berkeliling di PrivacyVille, gamer akan melihat bangunan-bangunan yang harus diklik satu per satu. Ketika diklik, bangunan itu akan memunculkan kotak berisi informasi pendek yang berhubungan dengan privasi.
Selanjutnya di akhir tour, Zynga akan memberikan lima pertanyaan yang sangat mudah, bahkan semua gamer dipastikan bisa menjawabnya. Setelah selesai, Zynga akan memberikan poin sebesar 200 zPoints.
Poin ini bisa digunakan di game Zynga lainnya. Nantinya gamer akan diberi opsi opsi untuk terkoneksi dengan RewardVille atau Facebook dan bisa mengklaim sejumlah zPoints yang berhasil didapat untuk digunakan berbelanja barang virtual.
Sebuah Tanya
Akhirnya akan tiba pada suatu hari yang bisa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kamu masih bericara selembut dulu...??
Memintaku minum susu dan tdur yang lelap...??
Samil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Kau dan aku berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kamu masih membelaiku selembut dulu...??
Ketika ku dekap kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Lampu-lampu berkedipan di kota yang sepi
Kota kita berdua, yag tau dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti kota kita
Apakah kau masi aka berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu beda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Haripun menjadi malam kulihat semua menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang tidak kia mengerti
Seperti kabut pagi itu
Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
Dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kamu masih bericara selembut dulu...??
Memintaku minum susu dan tdur yang lelap...??
Samil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Kau dan aku berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kamu masih membelaiku selembut dulu...??
Ketika ku dekap kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Lampu-lampu berkedipan di kota yang sepi
Kota kita berdua, yag tau dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti kota kita
Apakah kau masi aka berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu beda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Haripun menjadi malam kulihat semua menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang tidak kia mengerti
Seperti kabut pagi itu
Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
Dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru
Selasa, 05 Juli 2011
Senin, 04 Juli 2011
Sejarah Pecinta Alam
Jika saja kita mau melihat ke masa lalu sebetulnya sejarah manusia erat hubungannya dengan alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia masih berburu dan mengumpulkan makanan (meramu), alam adalah tempat tinggal mereka, tempat mereka bergantung dan hidup. Jajaran pegunungan adalah tempat mereka bersandar, lembah padang rumput merupakan tempat mereka berbaring, sungai adalah tempat mereka melepaskan dahaga, dan goa-goa adalah tempat mereka berlindung dari sengatan matahari dan terpaan hujan. Akan tetapi setelah manusia menemukan kebudayaan dan teknologi, alam menjadi seperti barang aneh dan selalu di eksploitasi. Manusia mulai mendirikan bangunan untuk mereka berlindung, manusia mulai menciptakan barang-barang untuk mendapatkan kemudahan dalam hidup mereka walau mereka tak menyadari barang-barang tersebut dapat mencemari alam. Manusia juga menciptakan gedung-gedung bertingkat untuk mengangkat kepala mereka dan menonjolkan keegoisan mereka, hingga pada akhirnya manusia dan alam mengukir sejarahnya sendiri-sendiri. Ketika keduanya bersatu dan saling menghormati kembali, maka saat itulah Sejarah Pecinta Alam dimulai:
Pada sekitar tahun 1492 sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m) di kawasan Vercors Massif. Waktu itu belumlah terlalu jelas apakah mereka ini tergolong sebagai para pendaki gunung yang pertama. Namun beberapa dekade kemudian orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois (sejenis kambing gunung). Mungkin saja mereka ini para pemburu yang mendaki gunung, namun inilah pendakian gunung tertua yang pernah dicatat dalam sejarah. Pada sekitar tahun 1786 puncak gunung tertinggi pertama yang dapat dicapai manusia adalah puncak Mont Blanc (4807 m) di Perancis. Lalu pada tahun 1852 puncak Everest setinggi 8840 meter diketemukan. Orang-orang Nepal menyebutnya Sagarmatha atau menurut orang Tibet menyebutnya Chomolungma. Puncak Everest berhasil dicapai manusia pada tahun 1953 melalui kerjasama Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris. Sejak saat itulah pendakian ke atap-atap dunia semakin ramai.
Di Indonesia sendiri sejarah pendakian gunung dimulai sejak tahun 1623 saat Yan Carstensz menemukan “Pegunungan sangat tinggi di beberapa tempat tertutup salju” di Papua. Nama orang Eropa ini dikemudian hari digunakan untuk salah satu gunung di gugusan Pegunungan Jaya Wijaya yaitu Puncak Carstensz. Pada tanggal 18 Oktober 1953 di Indonesia berdiri sebuah perkumpulan yang diberi nama “Perkumpulan Pentjinta Alam” (PPA). PPA merupakan perkumpulan hobby yang dimaksudkan sebagai suatu kegemaran positif terlepas dari sifat maniak yang semata-mata ingin melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Perkumpulan ini bertujuan mengisi kemerdekaan dengan kecintaan terhadap negeri ini selepas masa revolusi yang diwujudkan dengan mencintai alamnya serta memperluas dan mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Awibowo, salah satu pendiri perkumpulan ini mengusulkan istilah pecinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi.”Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini ?.” Satu kegiatan besar yang pernah diadakan PPA adalah pameran tahun 1954 dalam rangka ulang tahun kota Jogja, mereka membuat taman dan memamerkan foto kegiatan. Mereka juga sempat merenovasi Argodumilah (tempat melihat pemandang di desa Patuk) tepat di jalan masuk Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta. PPA juga sempat menerbitkan majalah “Pecintja Alam” yang terbit bulanan. Namun sayang perkumpulan ini tidak berumur lama, penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung hingga akhirnya pada tahun 1960 PPA dibubarkan.
Sejarah pecinta alam kampus di Indonesia dimula pada era tahun 1960-1970 an. Pada saat itu kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan dikeluarkannya SK 028/3/1978 tentang Pembekuan Total Kegiatan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang melahirkan Konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Gagasan mula-mula pendirian Pecinta Alam kampus dikemukakan oleh Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964 ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah bekerja bakti di TMP Kalibata. Sebetulnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Soe Hok Gie sendiri, diilhami oleh organisasi pecinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak Gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak hanya terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat, namun sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Setelah berbincang – bincang selama kurang lebih satu jam semua yang hadir antara lain : Soe Hok Gie, Maulana, Koy Gandasuteja, Ratnaesih (kemudian menjadi Ny. Maulana), Edhi Wuryantoro, Asminur Sofyan Udin, D armatin Suryadi, Judi Hidayat Sutarnadi, Wahjono, Endang Puspita, Rahayu,Sutiarti (kemudian menjadi Ny. Judi Hidayat) sepakat untuk membicarakan gagasan tadi pada keesokan harinya di FSUI.
Pada pertemuan kedua yang diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, di depan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu semua yang sudah disebut ditambah Herman O. Lantang yang saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu dicetuskan nama organisasi yang akan lahir itu
IMPALA singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam. Setelah pendapat ditampung akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan. Akan tetapi setelah bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum yaitu Drs. Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata juga menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar merubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Nama ini diberikan oleh Bpk. Moendardjito karena menggangap nama IMPALA terlalu borjuis. MAPALA merupakan singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam, selain itu MAPALA juga memiliki arti berbuah atau berhasil. Dan PRAJNAPARAMITA berarti dewi pengetahuan. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat perlindungan dewi pengetahuan. Ide pencetusan pada saat itu memang didasari oleh faktor politis selain dari hobi individual pengikutnya, dimaksudkan juga untuk mewadahi para mahasiswa yang sudah muak dengan organisasi mahasiswa lain yang sangat berbau politik dan perkembangannya mempunyai iklim yang tidak sedap dalam hubungannya antar organisasi. Sampai akhirnya diresmikanlah organisasi ini pada tanggal 11 desember 1964 dengan peserta mencapai lebih dari 30 orang.
IMPALA singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam. Setelah pendapat ditampung akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan. Akan tetapi setelah bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum yaitu Drs. Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata juga menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar merubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Nama ini diberikan oleh Bpk. Moendardjito karena menggangap nama IMPALA terlalu borjuis. MAPALA merupakan singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam, selain itu MAPALA juga memiliki arti berbuah atau berhasil. Dan PRAJNAPARAMITA berarti dewi pengetahuan. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat perlindungan dewi pengetahuan. Ide pencetusan pada saat itu memang didasari oleh faktor politis selain dari hobi individual pengikutnya, dimaksudkan juga untuk mewadahi para mahasiswa yang sudah muak dengan organisasi mahasiswa lain yang sangat berbau politik dan perkembangannya mempunyai iklim yang tidak sedap dalam hubungannya antar organisasi. Sampai akhirnya diresmikanlah organisasi ini pada tanggal 11 desember 1964 dengan peserta mencapai lebih dari 30 orang.
Dalam tulisannya di Bara Eka (13 Maret 1966), Soe Hok Gie mengatakan bahwa, “Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik.” Para mahasiswa itu diawali dengan berdirinya Mapala Universitas Indonesia, mencoba menghargai dan menghormati alam dengan menapaki alam mulai dari lautan hingga ke puncak-puncak gunung. Mencoba mencari makna akan hidup yang sebenarnya dan mencoba membuat sejarah bahwa manusia dan alam sekitar mempunyai kaitan yang erat. Sejak saat itulah Pecinta Alam merasuk tak hanya di kampus melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, lorong-lorong bahkan ke dalam jiwa-jiwa bebas yang merindukan pelukan sang alam.
Salam Rimba Lestari
Langganan:
Komentar (Atom)





